Teknoflas.com – Sinisa Mihajlovic menyebut AC Milan bakal kembali ganti formasi. Pelatih asal Serbia itu tak akan mengusung skema permainan anyar melainkan balik ke racikan awal seperti pekan perdana Seri A 2015/16, yakni 4-3-1-2. Rossoneri sebelumnya tampil berantakan ketika memakai “formasi kesayangan” Presiden Silvio Berlusconi, sehingga Mihajlovic terpaksa ubah ke 4-3-3 dan 4-4-2.

image
Mihajlovic Bikin AC Milan Kembali Usung 4-3-1-2

Dalam sesi wawancara usai pertandingan AC Milan vs Fiorentina, Mihajlovic bakal kembali mengusung formasi 4-3-1-2 ketika semua pemain dalam kondisi prima. Jika benar demikian, kemungkinan besar Rossoneri tak jadi rekrut Anwar El Ghazi. Seperti diketahui, pemain timnas Belanda itu berposisi winger kanan murni yang “hanya” cocok dengan skema 4-3-3 dan 4-4-2. Jika ucapan Mihajlovic menjadi kenyataan, maka El Ghazi tak punya peran, tempat ideal dan kesempatan tampil di starting eleven.

Keinginan Mihajlovic kembali ke formasi 4-3-1-2 seolah mengirim sinyal kepada Adriano Galliani bahwa AC Milan tak lagi butuh winger melainkan gelandang tengah berkualitas. Montolivo bermain cantik di lapangan tengah dalam beberapa pertandingan terakhir, namun bukan sosok ideal sebagai regista alias deep-lying midfielder. Peran tersebut seharusnya dilakoni Bertolacci yang sampai saat ini masih belum menemukan kembali permainan terbaik.

Sebenarnya peran Bertolacci bisa digantikan oleh Witsel, namun Galliani mengaku sulit bujuk Zenit melepas pemain timnas Belgia itu di Januari 2016. Rencana AC Milan kembali ke formasi 4-3-1-2 bakal menempatkan kembali Kevin Prince Boateng ke posisi ideal sebagai playmaker di belakang dua penyerang. Tak hanya itu saja, Mihajlovic diyakini bakal ubah posisi Jeremy Menez dan Giacomo Bonaventura sebagai pelapis Boateng seperti dilansir teknoflas.com dari laman CM.