Teknoflas.com – Sinisa Mihajlovic sempat melontarkan ucapan bahwa AC Milan akan kembali mengusung formasi 4-3-1-2 yang sempat dijajal pada awal putaran pertama Seri A 2015/16. Seperti diketahui, formasi “kesayangan” Presiden Silvio Berlusconi itu tak membuahkan hasil membanggakan selain performa amburadul yang memaksa Mihajlovic mengubah formasi jadi 4-3-3 dan 4-4-2.

image
AC Milan Cocok Dengan Formasi 4-4-2..?

Keinginan kembali ke formasi “paten” keluar dari mulut Mihajlovic usai laga antara AC Milan vs Fiorentina pada Senin dini hari (18/1/2015). Padahal laga pekan ke-20 tersebut sukses dimenangkan oleh Montolivo dkk dengan skor dua gol tanpa balas, uniknya malah mengusung formasi 4-4-2 dan bukan 4-3-1-2.

Dalam tujuh pertandingan terakhir menurut catatan Opta, permainan AC Milan justru lebih baik mengusung formasi 4 bek, 4 gelandang dan 2 penyerang (4-4-2). Mihajlovic sukses mengemas tiga kemenangan, tiga seri dan satu kalah saat meladeni Bologna di San Siro.

AC Milan mengemas 92 kali lemparan ke dalam seperti Napoli, 45 kali tembakan ke gawang (1 kali lebih banyak dari Napoli, 9 kali lebih banyak dari Juventus), 94 kali penciptaan peluang ( Napoli 90, Fiorentina 77), tempat ke-3 paling banyak bobol gawang lawan dengan raihan 12 gol (Juventus 20, Napoli 17), paling sedikit kebobolan sebanyak 6 gol (selisih 2 gol lebih banyak ketimbang Empoli dan Juventus), tempat ke-3 paling banyak menguasai bola sebanyak 54.36% (Napoli 63.59% dan Fiorentina 61.27%).

Berdasarkan data Opta dalam tujuh pertandingan terakhir Seri A 2015/16, formasi 4-4-2 merupakan pilihan tepat bagi AC Milan ketimbang kembali ke skema awal 4-3-1-2. Jika mengusung konsep playmaker di belakang dua penyerang, kemungkinan besar peran itu diambil oleh Jeremy Menez seperti dilansir teknoflas.com dari laman TMW. Apakah mengganti formasi 4-4-2 merupakan langkah tepat?