Teknoflas.com – Netizen masih heboh dengan penemuan jajanan anak mirip alat kontrasepsi yang tersebar luas via sosial media dan internet, namun menurut Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti, kasus soal makanan ini sudah diselesaikan sejak temuan pertama kali pada 30 Desember 2015 silam. Lalu, bagaimana kronologi awal dari kasus ini?

image
Begini kronologi temuan jajanan anak mirip alat kontrasepsi

Iptu Puji Astuti mengatakan, Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan dan Unit Binmas Polsek Bekasi Selatan dibantu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) langsung gerak cepat menghentikan peredaran jajanan anak mirip alat kontrasepsi yang pertama kali ditemukan kemudian dilaporkan sebelum pergantian tahun baru, yakni 30 Desember 2015.

“Sebenarnya kasus jajanan anak mirip alat kontrasepsi sudah ditangani oleh Polresta Bekasi Kota. Akan tetapi kasus kembali mencuat sejak beredar luas via sosial media pada 22 Januari 2016,” ungkapnya seperti dilansir dari laman BeritaSatu.

Kronologi jajanan anak mirip alat kontrasepsi berawal ketika ditemukan pertama kali yang masuk wilayah hukum Polsek Bekasi Selatan, pada Rabu pagi, 30 Desember 2015 sekitar pukul 09.00 WIB. Jajanan dalam ‘Kotak Kado’ itu pertama kali ditemui pada warung milik Asrumi yang mengaku dapat dari toko milik Sugeng.

image
Kronologi lengkap temuan jajanan anak mirip alat kontrasepsi

Kepada pihak kepolisian, Sugeng memperoleh jajanan anak mirip alat kontrasepsi itu dari distributor yang hanya sekali mengantarkan ke toko, kemudian tak pernah datang lagi. Sementara menurut pengakuan Asrumi kepada tim penyidik, ia tak pernah menyeleksi atau menerapkan spesifikasi khusus pemilihan jajanan, bahkan tak pernah mengetahui adanya hadiah menyerupai alat kontrasepsi kondom.

Seperti diketahui, Kotak Kado itu berisikan satu buah parasut mainan, satu sachet minuman susu bubuk dan satu buah karet menyerupai alat kontrasepsi pria yakni kondom. Atas penemuan tersebut, Polresta Bekasi Kota langsung bergerak mencari pedagang-pedagang yang ikut menjual, sayang sekali hasilnya nihil.

Sampai detik ini pihak kepolisian masih terus menyelidiki produsen jajanan anak mirip alat kontrasepsi dan telah mengirim sampel karet menyerupai kondomkondom untuk pengecekan lebih lanjut oleh Puslabfor.