Teknoflas.com – Virus Zika memang tak menyebabkan kematian, tetapi satu dari lima penderita yang terinfeksi bakal jatuh sakit. Ketika virus sudah mengalir di darah lalu berkembang di dalam tubuh, penderita umumnya bakal memperlihatkan sejumlah gejala seperti demam, ruam, nyeri sendi, mata kemerahan, pusing dan nyeri otot. Lalu, adakah cara mengatasinya?

image
Cara Mengobati Gejala Virus Zika

Hingga berita ini diturunkan, masih belum ada obat atau vaksin untuk mencegah sekaligus mengobati infeksi Zika. Berikut ini sejumlah langkah yang bisa ditempuh untuk mengobati beragam gejala Virus Zika sebagaimana dilansir dari laman CDC.gov:

1. Luangkan waktu untuk lebih banyak istirahat, jangan terlalu banyak bergerak.

2. Agar terhindar dari bahaya dehidrasi, pastikan tubuh selalu terhidrasi dengan memperbanyak minum air putih.

3. Segera minum obat, boleh acetaminophen atau paracetamol untuk meredakan nyeri dan demam. Hingga penggunaan aspirin dan obat anti peradangan non-steroidal seperti ibuprofen dan naproxen agar terhindari resiko pendarahan atau hemorrhage. Jika minum obat untuk kondisi medis lainnya, konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum meminum obat tambahan.

Itulah tiga cara singkat mengobati beragam gejala Virus Zika. Meskipun demikian, ada sejumlah poin wajib diperhatikan dengan seksama, apalagi jika sudah terinfeksi.

1. Bagi penderita yang sudah terinfeksi Zika, hindari gigitan nyamuk di minggu pertama.

2. Selama minggu pertama infeksi, Virus Zika dapat ditemukan dalam darah dan bisa berpindah ke orang lain lewat gigitan nyamuk.

3. Nyamuk yang menggigit dan membawa darah penderita Virus Zika dapat menyebarkan ke orang lain.

Demikian cara mengobati gejala Virus Zika! Memang benar penderita terinfeksi tak akan jatuh sakit parah dan berakhir dengan kematian, namun virus yang masuk ke dalam tubuh wanita hamil bakal menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang janin dalam kandungan sehingga bayi lahir dengan masalah kesehatan serius yakni microcephaly atau ukuran kepala kecil. Selain menyebabkan ukuran kepala bayi tak normal, virus membuat otak mengecil, kecerdasan rendah, tumbuh kembang lambat dan berakhir dengan kematian.