Teknoflas.com – Penggemar berat AC Milan sempat terpana melihat aksi hebat Hachim Mastour mengolah si kulit bundar. Eks akademi primavera itu punya skill teknik tinggi yang membuatnya begitu terkenal di internet. Banyak pihak memprediksi bahwa pemuda kelahiran 1998 itu bakal punya karir cemerlang yang tentu saja menguntungkan Rossoneri di masa depan.

ac milan mastour
Karir Mastour Terancam Gagal Di AC Milan…?

Sekarang semua prediksi seakan mulai sedikit sirna, Mastour seolah hilang dari permukaan bumi semenjak memutuskan pindah dari AC Milan ke Malaga demi waktu main lebih banyak. Padahal enam bulan lalu sebelum berangkat ke Spanyol, eks timnas Italia U16 itu ditaksir seharga 5 juta euro. Ia baru mengawali debut profesional La Liga selama lima menit saat Malaga kalah tipis 1-0 atas Real Betis pada 7 November 2015 seperti dilansir teknoflas.com dari laman Transfermarkt. Semenjak itu ia tak pernah lagi dipanggil oleh pelatih Javi Garcia.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Hachim Mastour? Tentu banyak penggemar AC Milan yang menanyai hal ini. Di usia relatif muda, 17 tahun, ia berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Mastour rela lepas kesempatan membela timnas senior Italia di masa depan demi penampilan perdana bersama timnas Maroko, negara kelahiran orangtuanya. Ia tentu bangga bisa membela timnas senior di usia muda, namun tak pernah lagi dipanggil semenjak debut.

Keputusan membela timnas Maroko merupakan pilihan pribadi Mastour, namun penggemar justru semakin bingung sewaktu ia memilih pergi ke Malaga. Memang benar skuat AC Milan di musim ini dipenuhi sejumlah pemain senior kaya pengalaman, namun ia bisa saja debut di Seri A andai bersabar lebih lama. Lihat saja Calabria dan Donnarumma yang sudah diberi kesempatan oleh pelatih Sinisa Mihajlovic.

Kini nasib Mastour di Malaga semakin tidak jelas dengan jam main hanya lima menit saja, bahkan AC Milan seperti tak ingin memanggilnya pulang lebih cepat. Dengan demikian, ia harus mematuhi kontrak hingga 2017 mendatang. Boquerones boleh saja mengambil opsi kontrak permanen usai kesepakatan berakhir, namun turut menyertakan klausa pembelian ulang untuk Rossoneri. (Federico Albrizio/TPR)