Teknoflas.com – Anwar El Ghazi sukses bikin CEO AC Milan, Adriano Galliani, penasaran berat. Winger kanan itu menjadi buruan utama di bursa transfer Januari lalu, sayang sekali gagal pindah karena tak meraih kesepakatan harga. El Ghazi sebenarnya sudah sepakat angkat kaki ke Kota Milan, tetapi Ajax menolak tawaran 7 juta euro plus sejumlah opsi menggoda. Klub yang bermarkas di Kota Amsterdam itu ngotot hanya mau melepas sang pemain muda dengan nilai transfer sekitar 13-15 juta euro.

ac milan el ghazi
Cerita di balik kegagalan AC Milan rekrut El Ghazi

Ada cerita di balik kegagalan AC Milan merekrut El Ghazi di Januari silam. Pada hari sebelum derby versus Inter, Adriano Galliani ternyata sempat menghubungi langsung Mark Overmars selaku Direktur Olahraga Ajax. Ia tanpa basa-basi minta potongan harga transfer El Ghazi, namun ditolak mentah-mentah. Meskipun demikian, Galliani tak langsung menyerah dan siap kembali mengajukan tawaran pada musim panas mendatang.

El Ghazi bakal kembali didekati pada Juni mendatang, apalagi Galliani sangat menyukai gaya permainan pria keturunan Maroko-Belanda itu yang dibekali kecepatan, teknik, visi dan kelincahan. Intinya, pemain kelahiran 1995 ini memiliki semua fitur yang bakal melengkapi skuat AC Milan di bawah kursi pelatih Sinisa Mihajlovic.

Demi memuluskan rencana perekrutan El Ghazi di bulan Juni, direksi AC Milan telah kembali mengirim perwakilan untuk mengamati langsung aksinya dalam pertandingan big match Ajax vs Feyenoord seperti dilansir teknoflas.com dari laman TMW. Ternyata sang pemain menyimpan karakteristik yang sesuai kebutuhan Rossoneri, sehingga tak ragu ingin kembali membuka pintu negosiasi sebelum didahului oleh para pesaing lain.

Galliani dikabarkan sudah mengontak dan meraih kesepakatan personal dengan agen El Ghazi. CEO AC Milan itu berharap pintu negosiasi kembali terbuka sehingga proses pembelian segera rampung. Akan tetapi tak mudah meyakinkan Ajax untuk melepas pemain bertalenta seperti El Ghazi. Klub Kota Amsterdam itu hanya mau harga layak, tak jauh berbeda dari permintaan awal di bulan Januari, atau lebih mahal lagi. (Fabrizio Romano/TPR).