Teknoflas.com – Berlibur sebagai backpacker kini tengah menjadi model berwisata yang digandrungi beragam kalangan. Khususnya untuk kalangan anak muda, menerapkan gaya berlibur ala backpacker dirasa sangat menguntungkan dengan bayang-bayang biaya yang dapat ditekan lebih rendah dan kebebaskan mengunjungi berbagai tempat tanpa embel-embel harus mengikuti tur wisata yang dipandang kerap terasa membosankan.

Tempat-tempat berlibur dengan budget minim pun pada akhirnya menjadi pilihan bagi Anda yang ingin berlibur ala ransel ini. Tidak hanya dalam negeri, berlibur dengan gaya backpacking pun sangat mungkin Anda terapkan kala bepergian ke luar negeri. Hanya saja ada sebuah mitos bahwa negara-negara dengan biaya hidup yang tinggi lebih baik dihindari oleh Anda yang ingin berlibur dengan budget hemat ini. Di antara deretan negara berbiaya hidup tinggi, Jepang seakan menjadi momok karena disinyalir akan menghabiskan biaya hidup senilai jutaan rupiah tiap harinya. Namun, apa benar Jepang tidak seramah itu untuk para backpacker?

Nyatanya, besar atau tidaknya biaya hidup bergantung pengaturan pengelolaan Anda selama liburan. Meskipun termasuk negara berbiaya hidup tinggi, Jepang ternyata cukup ramah kok untuk para backpacker berjalan-jalan menemukan pengalaman baru. Supaya Anda semakin tidak ragu berlibur ke Negeri Sakura ini dengan gaya tas ransel, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa menjadi pedoman perjalanan Anda.

1. Jangan Pergi Mendadak

Sumber: http://images.independenttraveler.com/homepage/beforeyoutravelbig.jpg

Apabila ingin pergi ke Jepang, sebaiknya Anda mulai membuat rencananya lebih dari enam bulan sebelum keberangkatan. Dengan waktu selama itu, Anda bisa mencari tiket promo yang mungkin saja ada di Traveloka ataupun agen travel online lainnya. Waktu yang tidak membuat Anda tidak terburu-buru tersebut juga bisa membuat Anda membandingkan satu maskapai dengan maskapai lainnya untuk menemukan armada terbaik, bukan sekadar yang memberikan harga minim. Contohnya, Anda bisa memantau terus promo  yang diberikan Thai Airways untuk merasakan pengalaman terbang secara full service dengan harga terjangkau.

2. Lebih Baik Pilih Perjalanan saat Musim Dingin

Sumber: http://cdn.c.photoshelter.com/img-get/I0000BNIsW.HrXng/s/860/860/Japan-in-Winter-Shrine.jpg

Kebanyakan wisatawan mancanegara tidak terlalu suka berlibur ketika musim dingin datang. Alhasil, musim semi atau musim panas menjadi peak season yang menyebabkan harga tiket maupun penginapan menjadi meroket. Sebagai backpacker sejati, Anda harus melihat celah tersebut dan lebih memilih musim dingin untuk berlibur. Ini karena dengan minat berwisata yang menurun, harga tiket maskapai apapun, termasuk Thai Airways tentunya, akan ikut merendah pula. Bahkan tidak jarang untuk menarik pembelian, para maskapai penerbangan tersebut memasang harga promo. Meskipun tidak bisa melihat mekarnya sakura karena pergi saat musim dingin, Anda masih tetap merasakan indahnya salju yang turun, kok.

3. Urus e-Paspor supaya Bebas Visa

Salah satu biaya di luar perjalanan jika ingin berlibur ke luar negeri adalah biaya pembuatan visa. Meskipun hanya beberapa ratus ribu rupiah untuk izin masuk Jepang, nilai tersebut sebenarnya bisa menjadi tambahan uang saku Anda ketika liburan. Sebenarnya juga, Anda tidak harus mengeluarkan biaya visa untuk izin ke Jepang karena negara ini sudah membebaskan warga negara Indonesia dari visa masuk apabila orang tersebut sudah memiliki elektronik paspor. Karena itu, apabila Anda baru mau mengurus paspor, pastikan memilih elektronik paspor agar bebas visa ke Jepang. Sementara itu, bagi Anda yang sudah memiliki paspor konvensional, segera urus perubahan paspor Anda menjadi e-paspor, yuk!

4. Cari Titik Awal yang Strategis

Mustahil bisa mengeksplor Jepang secara keseluruhan dalam sekali liburan. Karena itulah, sebaiknya Anda menentukan titik awal kedatangan yang strategis. Sebagai contoh, Anda bisa mencari penerbangan dengan Thai Airways menuju Osaka untuk melihat jejak-jejak peradaban Jepang yang eksotis. Anda pun bisa memilih Sapporo untuk menjumpai pengalaman daerah terdingin di Jepang. Tokyo menjadi titik awal yang sebaiknya Anda hindari sebab harga-harga makanan maupun penginapan di kota tersebut relatif lebih mahal dengan objek wisata yang cenderung modern dan kurang khas Negeri Sakura.

5. Pastikan Sudah Membeli Tiket Terusan Moda Transportasi Lebih Dahulu

Supaya dana Anda semakin terjaga, tips selanjutnya untuk berlibur hemat di Jepang adalah dengan membeli tiket terus untuk beragam transportasi yang Anda butuhkan. Apabila Anda sudah menyiapkan jadwal dan mengetahui bahwa objek-objek wisata yang hendak dikunjungi terletak berjauhan hingga ke luar kota dari titik awal, pastikan Japan Railway Pass sudah di tangan Anda. Meskipun ketika membelinya terasa agak mahal, namun tiket terusan ini bisa menghemat pengeluaran Anda hingga beratus ribu rupiah selama liburan.

6. Cari Hotel Kapsul atau Hubungi Teman untuk Menginap

Biaya terbesar saat liburan di Jepang adalah jumlah uang yang harus dibayarkan untuk menginap semalam di sebuah hotel. Rata-rata, hotel biasa di Jepang bertarif Rp 500.000 ke atas jika dirupiahkan. Apabila ingin lebih hemat, Anda bisa mencari hotel kapsul yang kerap menjadi incaran backpacker mancanegara. Privasi di hotel ini memang kuranng terjaga, namun harganya bisa menjaga kesediaan yen di dompet Anda. Alangkah lebih baik lagi jika Anda memiliki teman di Jepang sehingga bisa menumpang menginap di tempat tinggalnya.

Nah, itu dia enam tips berlibur ala backpacker di Jepang. Mungkin Anda berpikir mengapa tidak ada tips mengenai makanan murah di Jepang. Nyatanya, makanan-makanan di jalanan maupun restoran Jepang tidak jauh berbeda dengan harga yang harus Anda bayar ketika bersantap di restoran-restoran ibu kota di Indonesia, kok. Tentunya dengan porsi yang lebih besar dan rasa yang lebih autentik. Lebih dari itu, mencicipi berbagai makanan khas sebuah negara adalah salah satu tingkat keberhasilan liburan Anda, bukan? Jadi, buat apa dihemat jika Anda faktor-faktor biaya lain yang dapat ditekan seminimal mungkin? Akhir kata, selamat backpacking ke Jepang!