Bullying

Teknoflas.com – Bullying, suatu sikap atau perlakuan kepada orang lain yang cukup merendahkan ternyata tidak hanya terjadi di sekolah saja. Baru-baru ini penelitian menemukan bahwa bulliying juga cukup rentan terjadi di kalangan profesional dengan dampak negatif yang sama.

Penelitian yang dilakukan kepada 1.850 pekerja selama kurang lebih 5 tahun ini melihat perilaku bullying dan kecenderungan perilaku tersebut di kantor dalam peningkatan risiko untuk bunuh diri. Seorang peneliti dari National Institute of Occupational Health dan University of Bergen, Morten Birkeland Nielsen, menyatakan bahwa bullying di kantor merupakan salah satu penyebab bunuh diri yang sering tidak dihiraukan bahkan dilupakan. Selain bullying, gangguan jiwa juga salah satu penyebab bunuh diri. Namun Morten menjelaskan bahwa bullying adalah alasan mengapa sampai terpikirkan untuk melakukan bunuh diri.

“Namun bullying merupakan salah satu penyebab mengapa orang sampai terpikir untuk bunuh diri. Dan ini bisa berbahaya jika orang tersebut sebelumnya sudah memiliki gangguan jiwa,” ujar Morten yang dikutip dari Reuters, Minggu (20/9/2015).

Tiga karakteristik utama dalam perilaku bullying yang didapat dari hasil penelitian antara lain perilaku sosial yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi umum dalam kantor, adanya pembongkaran masalah pribadi dan korban yang tidak dapat mengundurkan atau bahkan melarikan diri. Dari penelitian itu juga didapat sekitar 4,2 hingga 4,6 persen pekerja mengaku pernah menjadi korban bullying. Dan pekerja yang sempat memiliki pemikiran untuk bunuh diri lumayan besar, yakni 3,9 hingga 4,9 persen. Tidak adanya perbedaan dalam faktor gender membuat kemungkinan ini merata baik pria maupun wanita. Namun Morten menemukan adanya dua faktor mengapa korban bullying yang pernah berpikir untuk bunuh diri akhirnya memutuskan untuk melakukannya.

Pertama adalah adanya pikiran untuk bunuh diri sebelum terjadinya bullying. Hal ini mungkin saja karena adanya masalah ekonomi, keluarga, dan lain-lainnya. Yang kedua, adanya pikiran untuk bunuh diri muncul akibar dari terjadinya bullying. Pekerja yang akhirnya tidak tahan dan merasa dikucilkan atau direndahkan mungkin akan memilih dan memutuskan untuk bunuh diri karena tidak dapat melarikan diri ataupun keluar dari keadaannya yang menghimpitnya sekarang.