helpinghandltop1

Teknoflas.com – Dari University of East Anglia, para peneliti melakukan sebuah studi untuk mengetahui tingkat kejujuran di sebuah negara jika dibandingkan dengan negara lainnya. Selain menemukan negara yang paling jujur, mereka juga menemukan hubungan antara pertumbuhan ekonomi.

Para peneliti melakukan survei dengan melibatkan 1.500 orang dari 15 negara untuk melihat pola hidup dari suatu negara dan juga pertumbuhan ekonomi. Awalnya, dimulai dengan mengundi koin dan menyatakan bagian mana yang muncul, apakah kepala atau ekor. Sebelum itu, para partisipan diberitahu lebih dulu kalau bagian kepala yang muncul mereka akan diberikan uang sekitar Rp40 ribu atau Rp68 ribu. Setelah mereka diminta untuk melengkapi kuis musik. Setiap partisipan yang dapat menjawab dengan benar akan mendapatkan penghargaan.

Beberapa larangan antara lain tidak menggunakan internet untuk mencari jawaban dan berjanji untuk tidak menyontek sebelum mereka melanjutkan tiga buah pertanyaan yang tidak mungkin dijawab dengan benar.

Negara-negara yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah Brazil, China, Yunani, Rusia, Swiss, Turki, Amerika Serikat, Argentina, Denmark, Inggris, India, Portugal, Afrika Selatan, dan Korea Selatan. Semua negara yang terlibat ternyata menunjukkan ketidakjujurannya dalam kadar yang tidak sama.

Hasil dari penelitian ini secara keseluruhan menemukan bahwa negara dengan tingkat ekonomi rendah memiliki tingkat kejujuran yang lebih rendah dibandingkan dengan negara yang makmur. Hugh-Jones juga menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan kesejahteraan pada masing-masing negara. 

“Saya percaya kalau hubungan antara kejujuran dan perkembangan ekonomi telah melemah dalam 60 tahun terakhir. Dan ada bukti kecil yang menghubungkan perkembangan saat ini dengan tingkat kejujuran masyarakat,” ujar Hugh-Jones.