TeknoFlas.com – Semakin tinggi pohon maka semakin kencang pula angin berhembus, namapaknya peribahasa tersebut sangat cocok buat menggambarkan kesusksesan android sebagai sistem operasi nomor wahid di jajaran ponsel saat ini, seiring perkembangan os robot hijau ini, semakin bayak program jahat yang mengintai os besutan google ini.

Inilah Alasan Malware Sering Incar Android

Seperti dikutip dari Cnet Kamis (27/6/2013), berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Juniper Networks, sekitar 92 persen program jahat (malware) mobile yang berhasil dideteksi secara spesifik ditargetkan kepada OS buatan Google ini.

Alasan utama dari serangan program jahat di android ini di sebabkan karena bayaknya perangkat yang beredar luas di pasaran, dan ada satu lagi alasan mengapa penjahat siber suka sekali untuk melakukan penyerangan terhadap android adalah karena masih banyak pengguna Android yang belum melakukan update os mereka ke versi yang paling anyar hal ini yang menjadi alasan mendasar mengenapa OS robot hijau ini paling sering diserang malware.

Sebagai Bahan rujukan, Bulan ini saja baru ada sekitar 4 persen para pemakai android melakukan update software menjadi OS versi terbaru. Sisanya masih menggunakan OS lama, seperti Ice Cream Sandwich dan Gingerbread.

Google biasanya mempersenjatai OS terbaru dengan sistem keamanan yang lebih canggih. Perusahaan raksasa internet tersebut juga banyak menutup celah keamanan yang ditemukan di versi sebelumnya. Nah, tanpa menggunakan OS versi terbaru, maka pengguna Android lawas lebih rentan terkena serangan.

Meskipun begitu, bukan berarti OS lain 100 persen aman. Juniper memperingatkan OS lain pun bisa dieksploitasi, termasuk iOS buatan Apple.

Mayoritas serangan malware mobile terjadi via SMS Trojan, yang “merayu” korbannya untuk mengirimkan pesan teks ke nomor yang sudah ditetapkan si penjahat. Sekitar 48 persen serangan terjadi melalui SMS semacam ini, 29 persen melalui install palsu, dan 19 persen berasal dari Trojan Spy malware.

Aplikasi yang paling banyak ditiru adalah Google Play, Skype, Adobe Flash, dan Angry Birds.

Lebih lanjut, Juniper menjelaskan bahwa jumlah ancaman malware mobile di tahun 2013 meningkat tajam, jika dibandingkan tahun lalu. Malware mobile tumbuh 614 persen dari Maret 2012 ke Maret 2013. Persentase tersebut berarti, ada 276.259 aplikasi berbahaya yang ditemukan pada kurun waktu 1 tahun tersebut.

Pada tahun 2012, peningkatan serangan berbahaya hanya meningkat 155 persen dari tahun 2011.