TeknoFlas.com – Baru-baru ini telah muncul kebijakan pembatasan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar, hal tersebut membuat Organisasi Angkutan Darat (Organda) beropini bahwa secara tidak langsung kebijakan tersebut mengarahkan transportasi umum pada kepunahan.

Menurut Organda kebijakan tersebut sangat merugikan pengusaha jasa transportasi umum. Dalam sebuah wawancara Andriansyah selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organda, menjelaskan bahwa dengan pembatasan penjualan solar, otomatis akan mendorong kenaikan tarif angkutan umum. Hal tersebut pastinya akan membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Solar Dibatasi, Akankan Angkutan Umum Punah

Bisa disimpulkan, daya saing sektor transportasi umum terhadap kendaraan pribadi semakin rendah. “Kami kan tidak mau angkutan umum punah,” ujar Andriansyah di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Dalam pandangan Andriansyah, yang seharusnya menjadi targer kebijakan adalah BBM bersubsidi jenis premium yang memang banyak dikonsumsi kendaraan pribadi. “Jangan dibalik, Kenapa kok solar dibatasi tapi premium untuk kendaraan pribadi tidak. Menurut saya ini bukan solusi,” jelas Andriansyah.

Menurut Andriansyah, pemerintah seharusnya memberikan insentif kepada pelaku usaha transportasi umum. Salah satunya dengan penyediaan dan perbaikan infrastruktur yang menjadi urat nadi kelancaran distribusi.

“Kedua, insentif fiskal misal pembebasan pajak untuk angkutan umum karena bagi orang kecil kenapa tidak ada subsidi silang, dan adanya insentif peremajaan angkutan umum. Sehingga pelayanan meningkat minat ke angkutan umum,” pungkas Andriansyah.