pesta-bikini-UN-2015

Teknoflas.com – Pihak kepala sekolah menengah atas (SMA) membuka kesempatan berdamai dengan panitia penyelenggara kegiatan “pesta bikini” Divine Production dengan syarat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Jika ada permohonan maaf resmi secara terbuka melalui media cetak, elektronik, media sosial dan Youtube dari Divine Production maka kami akan cabut laporan polisi,” kata Kepala SMAN 39 Jakarta Ratna Budiarti di Markas Polda Metro Jaya, Selasa.

Ratna mengatakan informasi keterlibatan sejumlah SMA yang tercantum pada acara pesta pelepasan Ujian Nasional (UN) bertajuk “Splash After Class” itu telah tersebar.

Ratna menolak permohonan maaf yang telah dilakukan Divine Production karena hanya disampaikan melalui selebaran kertas tanpa dilengkapi kop surat, nama dan tanda tangan penanggung jawab.

Ratna menegaskan tindakan Divine Production yang mencantumkan nama sekolah pada agenda kegiatan pesta itu merugikan karena mengandung hal yang negatif.

Ratna menuntut pemulihan nama baik sekolah terkait pencatutan sejumlah sekolah di wilayah DKI Jakarta itu.

Sementara Kepala SMAN 53 Dumaria Simanjuntak menyerahkan proses hukum kasus Divine Production kepada Polda Metro Jaya.

Dumaria berharap proses hukum yang melibatkan Divine Production itu memberikan efek jera bagi panitia penyelenggara kegiatan yang tidak bertanggung jawab.

Sebagaimana diketahui, bahwa delapan sekolah adukan penyelenggara “pesta bikini” ke Polda Metro Jaya, terkait pencatutan nama sekolah untuk kegiatan “pesta bikini” usai pelaksanaan Ujian Nasional (UN).