Pregnant woman with pink flower

Teknoflas.com – Perempuan merupakan makhluk yang sangat menjaga penampilan. Berat badan dan bentuk tubuh menjadi ketakutan sendiri bagi mereka. Hal tersebut juga menjadi ketakutan bagi mereka yang sedang hamil. Mereka sangat mengusahakan kesempurnaan, bahkan pasca melahirkan.
Setelah mengandung selama sembilan bulan, tubuh perempuan biasanya akan berubah menjadi lebih besar dari ukuran normal tubuhnya. Maka, setelah melahirkan, banyak perempuan yang memilih untuk diet tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Inge Permadhi, seorang spesialis gizi, mengatakan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan sangat tidak disarankan untuk berdiet karena dapat memberikan dampak negatif bagi diri dan bayinya. Ia mengungkapkan bahwa ibu dan bayi masih membutuhkan kalori yang cukup, maka sangat disarankan untuk tidak mengambil diet. “Kalau kalorinya kurang, seorang ibu cenderung stres, dan ASI-nya jadi jelek kualitasnya,” tambahnya.


Jika kualitas ASI menurun, tidak hanya ibu yang terkena dampaknya, bayi yang masih mengonsumsi ASI full tentu juga akan merasakan langsung dampak dari menurunnya kualitas ASI. Menurut Inge, dengan memberikan ASI eksklusif pada bayi hal tersebut dapat menjadi metode alami untuk diet. Inge mengungkapkan bahwa diet yang paling baik ialah diet dengan menyusui bayi dengan ASI. Dengan otomatis, dapat turun berat badannya.


Namun, ia juga menegaskan bahwa pola makan tetap diatur dengan baik dan terus mengonsumsi kalori yang banyak. Bagi ibu hamil, dengan banyak berolahraga dan beraktivitas, perut ibu yang baru melahirkan akan kembali mengencang.