Teknoflas.com – Pelatih AC Milan, Sinisa Mihajlovic, selalu mengandalkan formasi yang sama di setiap laga Seri A 2015/16. Sayangnya racikan strategi 4-3-1-2 tidak berjalan sukses seperti harapan di awal musim. Meski meraih tiga kemenangan, Montolivo dkk hancur lebur dengan menelan empat kekalahan memalukan.

image
formasi ideal AC Milan

Mihajlovic harus melupakan formasi andalan dan coba sesuatu yang baru. Berikut tiga formasi yang wajib dipertimbangkan eks pelatih timnas Serbia itu.

4-2-3-1

Formasi ini sukses diterapkan oleh Benitez di Napoli musim 2014/15. Mihajlovic tidak akan kesulitan menerapkannya karena komposisi skuat memenuhi syarat 4 bek, 2 gelandang jangkar, 3 gelandang menyerang dan seorang penyerang tunggal.

Masalah utama yaitu menentukan penyerang tunggal AC Milan, apakah Balotelli, Luiz Adriano dan Carlos Bacca. Formasi 4-2-3-1 punya banyak pola serangan menarik, Mihajlovic bisa memanfaatkan pemain seperti Cerci atau Menez.

4-3-3

Formasi kesukaan pelatih Maurizio Sarri yang menjadi pelatih anyar Napoli musim 2015/16. Tak perlu ragukan kehebatan taktik ini, Mihajlovic sudah merasakan langsung sewaktu dibantai empat gol tanpa balas.

Formasi ini memungkinkan pelatih AC Milan menurunkan tiga pemain dengan insting menyerang tinggi yakni Menez, Bacca dan Balotelli. Komposisi skuat musim ini sangat mendukung penerapan 4-3-3 dan para pemain hanya perlu adaptasi.

3-5-2

Formasi kesukaan Giampiero Ventura yang sukses mengantarkan Torino sebagai tim kuda hitam dalam beberapa musim terakhir. Sektor gelandang dan penyerang memenuhi kriteria 3-5-2, namun masalah utama terletak di lini belakang.

Pelatih AC Milan bisa saja menduetkan Romagnoli, Zapata dan Ely, namun perlu penyesuaian taktik lanjutan agar ketiganya semakin padu menjaga pertahanan. Mihajlovic juga punya stok bek tengah, masih ada Alex dan Mexes.

Formasi Tepat Bagi AC Milan

Dilansir Teknoflas.com dari laman bleacherreport, Mihajlovic wajib mempertimbangkan formasi 4-3-3 dibandingkan 4-2-31 dan 3-5-2. Formasi tersebut bakal menguatkan lini pertahanan AC Milan, adanya keseimbangan antara barisan belakang dan tengah, sedangkan lini depan tetap punya variasi serangan untuk merusak pertahanan lawan.