Depression_2014_Types_10-22-14_5PM-img_1280x720

Teknoflas.com – Setiap orang pasti memiliki situasi di mana perasaan lesu menghampiri bahkan menjadi alasan untuk tidak beraktivitas. Hal tersebut pastilah sangat lumrah dipahami.

Namun ternyata apatis, hilangnya antusiasme, dan emosi jangka panjang dapat menjadi masalah kesehatan jantung. Kelesuan dapat menjadi tanda-tanda depresi, bahkan bisa saja merupakan efek samping dari antidepresan.

Para ilmuwan percaya, kelesuan dapat menjadi tanda-tanda dari puluhan kondisi kesehatan lain, salah satunya stroke dan penyakit jantung. Mereka juga mencari akar masalah penyebab kelesuan ekstrem pada orang-orang sehat.

Salah satu ahli syaraf dari Oxford, Masud Husain, bahkan mengungkapkan bahwa banyak pasien yang merasa lesu kerap dilabeli dengan malas. Mereka juga didiagnosis mengalami depresi.

Gejala yang sifatnya ringan dapat ditemukan pada orang sehat. “Terjadi perubahaan di daerah tertentu otak.” ungkapnya. Ahli saraf dari Royal Free Hospital di London melaporkan bahwa kelesuan merupakan masalah yang sering diremehkan terjadi pada orang-orang dengan gangguan neurologis kronis seperti Parkinson. 

Kelesuan yang diidentikkan dengan sifat malas ini perlu dibedakan antara mana yang perlu diobati atau memang karena depresi. Karena sebenarnya, para ahli saraf mendefinisikan kelesuan sebagai emosi yang berkurang (positif dan negatif), kurang motivasi, dan emosi kosong.

Orang-orang mendefinisikan depresi dengan berbagai macam perasaan yang melanda bahkan mood yang berubah-ubah. Para peneliti juga mencatat, tidak seperti orang-orang depresi, orang-orang dengan sikap apatis kadang-kadang bisa saja merasakan kebahagiaan.