Teknoflas.com – Pertahanan kokoh Inter Milan banjir pujian dari berbagai kalangan, mulai dari pelatih hingga suporter. Lalu, apa rahasia Roberto Mancini? Ia mengambil keputusan tepat dengan merekrut Joao Miranda (31) dari Atletico Madrid pada musim panas 2015. Tak butuh adaptasi lama, bek Brazil itu langsung menyatu dengan rekan-rekan satu tim.

image
Miranda, tembok tangguh Inter Milan

Kehebatan Miranda sebagai salah satu bek terbaik Eropa sudah terbukti dengan menyingkirkan Andrea Ranocchia dari starting eleven. Kini eks kapten Inter Milan itu harus puas duduk menghangatkan bangku cadangan. Kehebatan lain Miranda yang patut diberi acungan jempol yaitu meningkatkan sistem pertahanan tim sehingga cuma kebobolan 9 gol dari 15 laga.

Tangan dingin Mancini yang ingin membangun sistem pertahanan terbaik sangat terbantu dengan kehadiran Miranda. Kini Inter Milan mengoleksi 10 laga clean sheets alias tanpa kebobolan dari 15 laga Seri A, salah satu yang terbaik di Eropa bareng PSG. Ketangguhan Miranda sebagai bek kelas dunia juga sudah teruji sewaktu jadi rekan duet Godin selama dua tahun di Atletico Madrid dan menjuarai La Liga.

Proses kepindahan Miranda ke Inter Milan penuh dengan lika-liku dan godaan. Selain Nerazzurri, masih ada AC Milan dan Juventus yang paling berminat. Pemain Brazil itu butuh waktu 24 jam untuk mempertimbangkan semua tawaran hingga akhirnya yakin dengan proyek menjanjikan Roberto Mancini.

Miranda akhirnya memilih Inter Milan sebagai pelabuhan berikutnya usai Atletico Madrid menerima uang 4 juta euro lalu diikuti pembayaran 10 juta euro yang dicicil selama tiga tahun. Pemain kelahiran 1984 itu menandatangani kontrak yang habis pada 2018 sebagaimana dilansir teknoflas.com dari laman TMW.

Mancini pun membuat keputusan tepat merekrut Miranda yang sukses membangun tembok pertahanan kokoh bareng Jeison Murillo. Kini pemain lawan semakin sulit mengobrak-abrik lini belakang Inter Milan. Sebagian suporter Nerazzurri di Italia menyebut karakteristik permainan Miranda mirip dengan Walter Samuel.