Teknoflas.com – Kelebihan paparan pestisida ke dalam tubuh menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, bahkan merusak jaringan saraf, menurunkan intelegensia dan mengundang kanker. Menurut hasil studi Harvard TH Chan School of Public Health, anak yang terekspos pestisida memiliki resiko 47 persen kena kanker jenis tertentu di masa kanak-kanak.

image
Cara Ibu Hamil Hindari Paparan Pestisida

Tak hanya itu saja, paparan pestisida juga turut berdampak buruk bagi pertumbuhan janin di rahim. Menurut hasil studi tahun 2012, kelas pestisida bernama organophosphate bakal mengurangi berat badan bayi ketika lahir dan mempersingkat masa bersalin. Selain itu, bahaya lain turut mengundang yaitu kerusakan otak dan sistem saraf, bahkan organophosphate dalam dosis kecil sekalipun.

Sejumlah studi University of California, Berkeley’s School of Public Health tahun 2011 menyebutkan bahwa terekspos organophosphate pada masa hamil akan berpotensi pada penurunan tingkat IQ. Lalu apa yang harus dilakukan? Berikut tiga langkah penting untuk membatasi paparan pestisida selama hamil.

1. Konsumsi makanan organik

Tren makanan organik berupa sayur dan buah-buahan begitu ramai menghiasi sejumlah pasar modern. Tentu saja semuanya tumbuh dan dipetik tanpa semprotan pestisida, jadi lebih aman untuk dikonsumsi bagi ibu hamil sekalipun. Tak ada yang berbeda dari cara pengolahan sayur organik, bahkan boleh santap selagi segar atau setengah matang. Meskipun harga makanan organik jauh lebih mahal, namun manfaat yang dirasakan tak terasa sia-sia.

2. Hindari penggunaan pestisida di rumah

Lingkungan dalam rumah tentu tak jauh dari serangan serangga. Meski kehadiran binatang tersebut dirasa mengganggu, ada baiknya tak memakai pestisida sedikitpun apalagi obat pembasmi serangga yang mudah ditemui pada supermarket. Rajin membersihkan rumah dan tidak membuang sampah makanan sembarangan merupakan langkah nyata menekan pertumbuhan serangga sehingga minim pemakaian pestisida.

Selain lingkungan dalam rumah, harap perhatikan pula lingkungan di luar rumah terutama halaman taman. Jika suka dengan aktifitas berkebun, disarankan tidak memakai satupun jenis pestisida. Usahakan untuk bercocok tanam secara alami alias organik.

3. Hindari paparan obat hewan

Jika memelihara hewan di rumah, entah itu anjing atau kucing, luangkan waktu untuk memandikan secara rutin. Terkadang hewan yang memiliki masalah dengan bulu akibat serangan kutu diberi obat yang mengandung senyawa pestisida. Jangan pernah memberikan obat tersebut kepada hewan kesayangan ketika wanita tengah hamil, kalau bisa lakukan di luar rumah atau klinik.