TeknoFlas.com – Pada penerimaan CPNS Pemkab Sleman 2014 ini kabarnya tersedia 39 formasi CPNS, yang terdiri dari 37 guru kelas sekolah dasar dan dua sebagai Penyuluh Keluarga Berencana (KB).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman, Iswoyo Hadiwarno pada Minggu (10/8/2014) lalu menyebutkan bahwa penetapan jenis formasi CPNS Pemkab Sleman 2014 secara resmi masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan akan dipublikasikan kepada masyarakat pada 18-29 Agustus mendatang.

Penerimaan CPNS Pemkab Sleman 2014: Tersedia 39 Formasi CPNS

Berdasarkan jadwalnya, pendaftaran CPNS Pemkab Sleman 2014 sendiri berlangsung mulai 20 Agustus – 3 September mendatang, sedangkan ujian CPNS akan dilaksanakan 8 September. Untuk tempat pendaftaran CPNS Pemkab Sleman 2014 secara online Anda bisa dilakukan dengan cara mengakses situs resmi Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dengan alamat panselnas.menpan.go.id pada tanggal yang telah ditentukan.

Iswoyo menjelaskan, ada yang berbeda dalam proses rekrutmen CPNS kali ini. Sebab seorang pendaftar dapat memilih di beberapa formasi sekaligus. Namun ada yang perlu diperhatikan, sekali mendaftar pada satu posisi di sebuah instansi, yang bersangkutan tidak dapat berganti pilihan.

“Itu yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Jika sudah menentukan satu pilihan, pendaftar tidak dapat mendaftar di instansi daerah lain. Kami menghimbau kepada masyarakat agar memikirkan betul-betul sebelum menjatuhkan pilihan,” ujar Iswoyo.

Baca Juga:

Iswoyo menambahkan, untuk sistem ujiannya sendiri tidak lagi menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK), melainkan sudah melalui sistem Computer Assisted Test (CAT).

Lebih lanjut Iswoyo mengungkapkan, proses rekruitmen CPNS kali ini berlangsung secara terbuka dan bebas biaya. Sebab sudah dengan sistem online terpusat yang merupakan bagian dari keterbukaan kepada publik. Selain itu, dengan sistem online juga kecil kemungkinan terjadinya kecurangan.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpikat dengan oknum yang menjanjikan dapat diterima sebagai PNS dan diharuskan membayar sejumlah uang. Kalau menemukan yang demikian, justru kami sarankan untuk melapor kepada kami,” ujarnya.