TeknoFlas.com – Pada laga semifinal ISL 2014 antara Persib vs Arema yang digelar kemarin, Selasa (4/11) berkesudahan dengan skor 3-1 untuk Maung Bandung, dan dalam laga tersebut para Bobotoh memberikan dukungan kepada tim kesayanganya, tidak ketinggalan aksi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang ikut memberikan dukungan.

Aksi membuka baju Kang Emil ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang diberlakukan PT Liga Indonesia kepada bobotoh, yakni tidak menggunakan atribut klub.

Ridwan Kamil Dukung Persib

Foto Ridwan Kamil tanpa busana teresebut laris manis dipajang di profile picture BlackBerry Messenger warga Kota Bandung.

Dalam foto tersebut, Emil tidak sendiri bertelanjang dada. Dia membaur dengan bobotoh lainnya yang juga melakukan aksi yang sama, termasuk pentolan suporter Viking Persib Fans Klub, Yana Umar.

Foto Aksi buligir (telaanjang) itu mengundang komentar dari warga Kota Bandung. Hal itu seperti yang diungkapkan warga Jalan Ermawar, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Indra Hermawan (32).

Dia mengaku kagum dengan aksi Emil sebagai wali kota dalam mendukung tim kesayangannya dan tidak menjaga jarak dengan warganya. “Salut, berarti dia punya loyalitas dalam membela Bandung dan Persib secara utuh,” kata Indra, Selasa sore.

Dukungan kepada Emil diungkapkan pula oleh Ahmad Anggara Purnama (22), warga Jalan Patrakomala, Kota Bandung. Menurut dia, itulah bentuk fanatisme suporter.

“Setiap pendukung kalau sudah fanatik terhadap tim, apa pun akan dia dilakukan demi tim yang didukungnya,” ujar pemuda yang merupakan pemain sepak bola ini.

Tidak hanya pujian. Aksi Emil juga mengundang sindiran dari sebagian warga Kota Bandung. Sindiran antara lain dilontarkan oleh Yugi Prasetyo (34). Sebagai wali kota, kata dia, hal tersebut tidak pantas dilakukan.

“Enggak etislah seorang wali kota berbuat seperti itu, memang kalau dalam dukung-mendukung (Persib Bandung) saya setuju, tetapi sampai buligir itu mah enggak etislah,” ujarnya.

Warga Kota Bandung lainnya yang kurang setuju dengan aksi Emil adalah Taufik. “Teu satuju (tidak setuju) asa teu kudu kikituan (sepertinya tidak perlu begitu) dengan kapasitas sebagai wali kota mah,” ujarnya saat dihubungi melalui BlackBerry Messenger.