Seorang warga Mojokerto, Jawa Timur, bernama Suaedi ditangkap Petugas Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo saat mangkal di sekitaran Lippo Mall. Kakek berusia 75 tahun itu mengaku sakit stroke dan memakai kostum Winnie the Pooh demi menarik rasa iba warga yang melihatnya.

Berdasarkan penuturan Dayat, petugas Liponsos Sidoarjo, hasil mengemis yang diperoleh Suaedi selama satu tahun sudah dibelikan sebuah rumah di Mojokerto, motor matic dan Yamaha Vixion. “Dia akhirnya mengakui semua perbuatan tak terpuji itu. Jadi tidak seperti yang diberitakan via online dan radio,” ucap Dayat.

kakek winnie the pooh
kakek winnie the pooh punya 7 istri? (doc/merdeka.com)

Menurutnya, Suaedi tengah menerapkan modus mengemis baru demi menarik simpati donatur agar mendapat sumbangan berupa uang. Saat diamankan petugas, Kakek Winnie The Pooh itu mengaku sakit dan hidup sendirian. Pada akhirnya petugas memulangkan dia dan istri ketujuhnya usai dijemput oleh salah satu anak kandungnya. (Baca: Kakek Pengemis Raup Rp 500 Ribu/Hari Karena Winnie The Pooh)

“Usai di cek secara intensif, ternyata dia nggak sakit sama sekali. Jalannya terlihat seperti orang sehat. Oleh karena itu, dia pun dipulangkan ke kota asalnya dan segala urusan diserahkan ke Dinsos Mojokerto,” ungkap Dayat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan KTP, Suaedi merupakan warga Mojokerto yang mengaku memiliki lima anak dan tujuh istri. “Setiap hari dia bisa raup uang hingga Rp 500 ribu. Semua diperoleh dari hasil ngemis sebagai badut Winnie The Pooh. Kalau target belum terpenuhi, dia nggak mau pulang,” beber Dayat.

Jika sehari Suaedi bisa mendapatkan Rp 500 ribu, maka dalam sebulan bisa mengantongi Rp 15 juta. Bahkan dalam setahun bisa meraup kekayaan Rp 180 juta. Modus kakek Winnie The Pooh ternyata berhasil menipu sejumlah warga yang menaruh rasa iba, salah satunya adalah Sony.

“Waktu ngeliatnya, kasihan sekali. Saya pun menyumbang Rp 50 ribu, apalagi wajahnya tengah memelas dan menuntun anak kecil berusia 5-6 tahunan. Dia sering mangkal di Mal Lippo Sidoarjo dan saya baru tahu kalau itu modus mengemis,” ucap Sony kepada wartawan.

Kasus ini mulai terungkap saat beredar kabar dari seorang pendengar di salah satu stasiun radio lokal Surabaya yang menceritakan keberadaan kakek Winnie The Pooh. Kepala Dinsosnaker Kabupaten Sidoarjo pun memerintahkan petugas Liponsos untuk membawa dan merawat Suaedi hingga sembuh.

Namun saat dibawa, seorang wanita datang menghampiri dari kejauhan dan memohon sang kakek agar tidak dibawa. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bila mereka berdua adalah pasangan suami istri yang berprofesi sebagai pengemis.