Anthony-MartialTeknoflas.com – Martial Disebut-sebut Sebagai Titisan Thierry Henry. Tampil di 6 pertandingan, Martial sukses melesakkan 4 gol di semua kompetisi bersama MU. Praktis, nama Martial mulai dielu-elukan oleh suporter MU. Bahkan, tidak sedikit yang menyebut, pemain 19 tahun itu sebagai titisan Thierry Henry. Padahal, banyak pihak menilai kalau Martial merupakan pembelian panik Louis Van Gaal.

Gaya hidup Martial yang jauh dari hingar bingar kehidupan malam tampaknya berbanding lurus dengan performa di atas lapangan. Lahir di Massy, Prancis, 5 Desember 1995, tidak seperti kebanyakan pemain muda yang senang hura-hura, Martial memilih mengakhiri masa lajang di usia yang masih sangat belia. Mantan pemain AS Monaco itu menikahi kekasih, Samantha.
Sempat diragukan bisa memberikan perbedaan bagi Manchester United, Anthony Martial memberi bukti prediksi tersebut salah besar. Pelan tapi pasti, Martial mulai fans MU bisa menjadi kebanggaan fan Setan Merah. Harga mahal yang dikeluarkan MU sebanding dengan kualitas dan naluri mencetak gol

Di usia remaja, Martial sudah menjadi Ayah. Dia kini dikarunai anak perempuan bernama Toto. Media Inggris, Mirror.co.uk menulis, kalau Martial lebih suka menghabiskan waktu di rumah bersama anak dan istri.

MeThe Sun melaporkan Martial bukan tipe pria yang gemar pesta dengan rombongan wanita. Menurut sumber di The Sun, Martial memiliki modal untuk menjadi bintang di klub malam kota Manchester.

“Martial sekarang bergelimang kemewahan dengan status sebagai remaja paling mahal di dunia. Tapi kehidupan dia justru sebaliknya,” kata sumber anonim tersebut.

Kehidupan glamor di Manchester menjadi tantangan sendiri bagi para pemain. Tidak sedikit pemain yang kariernya meredup karena tidak kuat menahan godaan gaya hidup.”Martial lebih suka tinggal di rumah bersama Istri. Itu tidak terlihat seperti dia bakal selangkah lebih dekat dengan Neraka ketika pindah ke Manchester,” sambung sumber tersebut.

Pernyataan sumber tersebut bukan sekadar pemanis citra Martial. Sang pemain menyatakan, dia tipikal pemain ‘kebapakan’. “Setelah latihan, saya pulang ke rumah dan bertemu Istri. Saya sangat mencintai rumah,” Martial menuturkan.