nelayanTeknoflas.com – Nelayan Pantai Bugel di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengharapkan bantuan alat derek untuk mendorong dan memarkir kapal sebab permukaan pantai curam terkena abrasi.

Anggota kelompok nelayan “Bugel Peni”, Ngadiyo di Kulon Progo, Selasa, mengatakan sejak enam bulan terakhir, nelayan Pantai Bugel tidak melaut karena pinggiran pantai terkena abrasi cukup parah.

“Beberapa tahun terakhir, sekitaran Pantai Bugel terkena abrasi. Nelayan mengalami kesulitan memarkirkan kapal. Kami berharap pemerintah memberikan bantuan alat derek,” kata Ngadiyo.

Ia mengatakan kelompok nelayan Bugel Peni telah mengajukan bantuan alat ini sejak dua tahun lalu, namun belum ada respon dari Pemkab Kulon Progo maupun Pemda DIY.

“Alat deret ini sangat kami butuhkan, supaya kami dapat kembali melaut. Sekitar 100 meter bibir pantai terkena abrasi, sehingga menyulitkan nelayan mendorong dan memarkirkan kapal,” katanya.

Ngadiyo mengaku nelayan Pantai Bugel kehilangan pendapatan ratusan juta akibat tidak melaut. Setiap melaut, pendapatan nelayan minimal Rp3,5 juta untuk satu kapal.

“Saat musim ikan bawal, satu kapal bisa menjual ikan Rp10 juta hingga Rp15 juta. Kalau musim lobster, satu kapal bisa jual Rp4,5 juta. Tapi saat paceklik ikan, hasil tangkapan hanya cukup untuk modal melaut dan makan,” katanya.

Anggota Kelompok Nelayan Bugel Peni lainnya, Maryadi mengatakan selain alat derek, nelayan berharap mendapat bantuan jaring pengerat. Meski tidak melaut, nelayan tetap bisa menjaring dari bibir pantai.

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan, tapi tidak ada jawaban dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP),” katanya.

Maryadi mengatakan abrasi pantai mengakibatkan pohon cemara dan pandan terbawa ke laut sehingga, jaring ikan rusak saat terkena pohon cemara atau pandan.

“Kami serba bingung. Saat menggerat ikan, jaring terkena pandan dan cemara. Kalau melaut, kami kesulitan memarkirkan kapal karena tebingnya curam,” katanya.