small yohurt tub

Teknoflas.com – Telah banyak studi ilmiah mengenai keterkaitan coklat dengan tingkat stres. Bahkan, banyak yang menyatakan bahwa coklat termasuk pembunuh stres terbaik dengan kemampuan menstimulus dopamin untuk keluar merilekskan otak. Namun, apakah benar hanya coklat saja? Mungkin anda perlu mencoba yoghurt vanilla sebagai pemangkas tekanan dalam otak.

Tim peneliti Wageningen UR Food & Biobased Research di Belanda, University of Natural Resources and Life Sciences (BOKU) di Austria, dan VTT Technical Research Centre Finlandia Ltd, menggunakan berbagai metode untuk mengukur respons emosional orang terhadap makanan, lebih khususnya pada yoghurt.

Dari penelitian tersebut menemukan bahwa makan yogurt vanila dapat membuat seseorang lebih bahagia. Yogurt dengan kandungan lemak rendah ternyata dapat menimbulkan respons emosional kuat yang lebih positif. Namun, ketika mencoba yogurt buah, tidak ada dampaknya kepada keadaan emosional para responden penelitian.

“Kami terkejut bahwa dengan mengukur emosi, kita bisa mendapatkan informasi tentang sebuah produk,” ujar ketua peneliti Dr Jozina Mojet, dari Food & Biobased Research di Belanda. Informasi ini pun bisa sangat berharga untuk produsen.

Mengonfirmasi teori mereka, para peneliti pun menggunakan metode baru yakni tes proyeksi emosi untuk mencari tahu perbedaan suasana hati orang yang terpengaruh yoghurt.

Responden dibagi dalam tiga kelompok, minimal 24 orang. Para peneliti kemudian dibagikan yogurt. Semua mereknya sama dan ditawarkan dengan cara yang sama. Namun, masing-masing memiliki rasa yang berbeda, termasuk kandungan lemaknya.

Hasilnya menunjukkan bahwa menyukai atau familiar dengan merek yogurt tertentu tidak terlalu berdampak pada emosi peserta. Tapi setelah mencicipinya, terlihat adanya efek pada suasana hati mereka, tergantung pada apakah mereka terkejut atau kecewa dengan rasanya.

Dari berbagai macam yoghurt yang diujicobakan, yogurt rasa vanila menimbulkan respons emosional positif yang terkuat.

Hasil dari penelitian ini menjadi semacam metode baru yang dinilai efektif untuk mengumpulkan informasi dari konsumen. Karena sesunguhnya respons seseorang bersifat implisit dan tidak dikandalikan oleh alam bawah sadar mereka. Berbeda dengan metode tradisional yang biasanya dilakukan oleh para produsen untuk mengukur produknya.