Teknoflas.com – Gazzetta dello Sport membandingkan perjalanan Inter Milan di Seri A era Roberto Mancini dan Jose Mourinho. Harian olahraga Italia itu menyebut taktik Mancini jauh lebih baik dari Mourinho jika mampu meraih tiga poin di laga pekan ke-16. Mengapa demikian?

image
Inter Milan era Mancini lebih baik dari Mourinho

Pekan ke-16 Seri A musim ini bakal menjadi laga tandang terakhir Inter Milan sebelum memasuki libur natal. Jika anak asuh Mancini berhasil keluar sebagai pemenang, maka bakal mengoleksi 17 poin dari 8 laga tandang. Jumlah poin tersebut jauh lebih baik ketimbang era Mourinho di musim 2009/10 yang hanya mengoleksi 16 poin, tetapi sukses meraih treble winners.

Inter Milan era Mourinho di musim 2009/10 sukses mengantongi 39 poin sebelum libur natal seperti dilansir teknoflas.com dari Gazzetta dello Sport. Mancini bisa mengukir jumlah poin yang sama jika menang di pekan ke-16 dan 17. Berbicara soal laga tandang di putaran pertama Seri A 2015/16, pasukan Mancini hanya kalah sekali (Napoli) dan dua kali imbang (Sampdoria-Palermo). Sisanya, Icardi dkk meraih empat kemenangan krusial (Carpi, Chievo, Bologna, Torino).

Pada laga pekan ke-16, Mancini kemungkinan besar mengusung formasi 3-5-2. Tiga bek bakal diisi oleh Juan Jesus, Miranda dan Murillo. Pelatih Inter Milan itu mungkin juga mengusung formasi 4-3-3 sebagai alternatif yang mana barisan tridente terdiri atas Ljajic, Icardi dan Perisic. Sementara itu Kondogbia yang baru saja pulih bakal bersaing dengan Guarin untuk mengisi lapangan tengah bareng Medel dan Brozovic.

Mancini wajib menyemangati anak asuhnya agar meraih kemenangan di pekan ke-16. Inilah kesempatan emas bagi Inter Milan menjauh dari tim pesaing yang ada di empat besar, apalagi dua pertandingan derby antara AS Roma vs Napoli dan Juventus vs Fiorentina yang saling berebut poin.