Teknoflas.com – Peristiwa bom meledak di Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis siang (14/1/2016) menjadi teror mengerikan bagi warga yang ada di lokasi kejadian. Tak hanya dihiasi ledakan besar menghentak telinga, namun adegan baku tembak yang juga melukai petugas dan warga sekitar.

image
Inilah foto senjata pelaku bom meledak di Sarinah

Detik-detik pertarungan hidup mati akhirnya berakhir dengan kemenangan untuk petugas kepolisian meski ada anggota kehilangan nyawa dan menderita luka serius. Petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yang tidak sempat dipakai oleh pelaku teror, yakni bom lempar granat dan bom besar dengan daya ledakan hebat.

Saat pertama kali bom meledak di Sarinah, tepatnya pos polisi, warga sekitar langsung mendatangi lokasi. Ternyata pelaku serangan masih ada di sana dan langsung menembaki polisi yang tengah mengamankan kejadian berdarah tersebut. Adegan baku tembak berhasil menewaskan lima pelaku teror dan salah satunya adalah warga negara asing seperti dilansir teknoflas.com atas pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan pada Tribunnews, Kamis (14/1/2016).

Usai semua pelaku teror tewas tertembak, petugas segera mengamankan barang bukti seperti sangkur, peluru magazin, pistol, tas pinggang, saklar, aki, empat bom kecil dan satu bom besar. Adanya barang bukti berupa bom besar menjadi pertanda bahwa pelaku teror ingin meledakkam target lebih besar, namun akhir berhasil digagalkan.

“Ada bukti berupa bom untuk skala ledakan lebih besar. Kami tak tahu dampak dari bom tersebut, pastinya sangat mengerikan,” beber Anton kepada media saat berada di Mabes Polri.

Serangan teror yang berlangsung sebelum pukul 11.00 WIB telah memakan korban sebanyak 26 orang, dengan rincian: 9 orang tewas dan 19 orang luka-luka. Irjen Anton Charliyan berharap jumlah korban bom meledak dan adegan baku tembak di Sarinah tak bertambah lagi.