TeknoFlas.com – Beberapa hari belakangan, muncul fenomena baru bernama Jilboobs yang tuai kecaman dari masyarakat. Jilboobs atau gaya jilbab seksi ini mendapat tanggapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dengan tegas melarang pemakaian jilbab dengan gaya jilbab seksi ini.

syarat-hijab-syari

Dikutip dari Kabar24, MUI mengharapkan para muslimah yang menggunakan jilbab untuk tidak asal saja dalam menutupi auratnya atau biasa dikenal jilbab seksi. MUI meminta para muslimah untuk tidak memperlihatkan bentuk tubuh yang sensual dengan memakai pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuh, kendati sudah berjilbab.

MUI mengaku telah ada fatwa soal pornografi sebelum jilboobs ini menjadi tren.”Sudah ada fatwa MUI soal pornografi. Termasuk itu tidak boleh memperlihatkan bentuk-bentuk tubuh, pakai jilbab tapi berpakaian ketat. MUI secara tegas melarang itu,” ujar Wakil Ketua MUI KH Ma’ruf Amin.

Ma’aruf juga menegaskan pengguna jilbab untuk tidak setengah-setengah menutupi aurat. “Kita harapkan dia jangan tanggung gitu loh. Kalau dia sudah berjilbab ya berjilbab terus, jangan sampai memperlihatkan bentuk tubuh yang sensual, sehingga dia pakai baju tapi kelihatan semua lekuk-lekuknya,” katanya.

Menurut Ma’ruf, pihaknya mengharamkan hal jilbab seksi atau jilboobs lantaran aurat yang ditutup oleh muslimah tersebut tidak sesuai dengan apa yang menjadi syariat Islam mengenai cara berpakaian.

“Kalau begitu kan sebagian menutup aurat, sebagian masih memperlihatkan bentuk-bentuk yang sensual, itu yang dilarang,” tegas dia.

Dengan begitu, MUI pun mengimbau agar setiap muslimah yang sudah mengenakan jilbab untuk lebih memperhatikan cara berpakaiannya. “Pertama kita menghargai mereka sudah mau berjilbab. Tapi kalau sudah pakai jilbab pakaiannya jangan seronok lagi,” pungkas Ma’ruf Amin.

Ma’aruf juga memberikan saran penggunaan jilbab yang benar. “Tidak memperlihatkan bentuk tubuh secara berlebihanlah, jadi biasa saja. Tapi kalau kelihatan ininya, itunya, semuanya, itu yang tidak boleh. Itu yang dinamakan lekuk- lekuk sensual,” tutup Ma’aruf.