TeknoFlas.com – Ada momen spesial dalam peringatan HUT RI yang ke 69 yang jatuh di Tahun 2014 ini. Pada tanggal 17 Agustus yang juga merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Secara resmi Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan uang baru yang diberi nama Uang NKRI atau Uang Negara Kesatuan republik Indonesia.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, penerbitan uang yang lantas disebut uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini merupakan implementasi Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Inilah Beda Uang NKRI Dengan Uang Rupiah Lama

“Karena itu, ada tanda tangan Gubernur BI dan Menkeu di uang baru yang akan diterbitkan mulai 17 Agustus nanti,” ujarnya kemarin (14/8).

Pada Senin pekan depan atau 18 Agustus, uang NKRI baru resmi beredar. Peluncuran perdana mundur sehari karena alasan teknis yakni pada 17 Agustus nanti bertepatan dengan hari Minggu.

Sampai sekarang, BI baru mengumumkan desain pecahan Rp 100.000. Uang NKRI sesuai rencana, akan mengganti seluruh rancang kulit uang pecahan lain, hingga yang terkecil Rp 1.000. Kapan dan seperti apa gambar pahlawan yang beredar setelahnya, masih belum diketahui.

Jika dilihat, fisik uang pecahan Rp 100.000 yang dirilis tahun 2014 ini mirip dengan pecahan yang dirilis tahun 2004, misalnya gambar utama proklamator Soekarno – Hatta di bagian depan dan gambar Gedung MPR/DPR/DPD di bagian belakang.

Namun, ada beberapa perbedaan yang kasat mata. Misalnya, frasa “NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA” di atas tulisan “SERATUS RIBU RUPIAH”, menggantikan frasa “BANK INDONESIA” Pada uang edisi 2004.

Selain itu, nama duo proklamator kini juga ditulis lengkap sesuai Keputusan Presiden, yakni Dr (H.C) Ir. Soekarno dan Dr (H.C) Drs. Mohammad Hatta. Tanda lain yang cukup mencolok adalah perubahan blok warna dari merah ke kuning keemasan pada bagian samping kanan uang.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengklaim uang NKRI ini tidak akan mudah dipalsukan. “Pengamannya apa tentu itu rahasia Bank Indonesia , tidak boleh disebutkan nanti bisa membuat orang bisa memalsukan, uang baru nanti itu tetap dalam bentuk uang kertas bukan plastik,” ujar Ronald.