Pesona Soekarno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) ternyata tak pernah luntur. Banyak orang penasaran dengan rumah Soekarno di Surabaya, Jawa Timur yang terletak di Jalan Pandean IV Nomor 40 Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng.

Rumah tua bertembok putih dan daun pintu biru menjadi saksi bisu kelahiran ‘Sang Proklamator’. Bangunan tempo dulu itu dilengkapi jendela tinggi serta lubang udara kecil di atas setiap jendela dan daun pintu yang terpasang plang warna kuning bertuliskan ‘Rumah Kelahiran Soekarno’.

rumah soekarno di surabaya
Foto rumah Soekarno di Surabaya (doc/detik.com)

Di sana Bung Karno – panggilan akrab Soekarno – lahir dan menikmati masa kecilnya. Kini rumah tua itu sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Menurut warga sekitar lokasi rumah tersebut, rumah Soekarno telah 4 hingga 5 kali pindah tangan kepemilikan. Berdasarkan cerita para orangtua yang menetap di sekitar rumah Soekarno di Surabaya, ayah dari Presiden Pertama RI itu bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Dia merupakan seorang pendatang yang kemudian memutuskan pindah dari daerah tersebut. Namun dia kembali datang ke kawasan Pandean setelah Bung Karno beranjak dewasa. (Baca: Yuk Cari Tahu Tempat Lahir Soekarno. Surabaya atau Blitar?)

“Kalau dengerin cerita para orangtua dulu, masa kecil bung karno tergolong biasa saja, tak begitu istimewa. Kemudian beliau datang lagi ke sini untuk menempuh pendidikan politik, agama dan mengikuti pergerakan dengan HOS Cokroaminoto,” ungkap Azhari.

Menurut Peter A Rohi, Pendiri Institut Soekarno, Presiden Pertama RI itu diketahui pernah menetap di Kampung Pandean.

“Sejumlah buku yang sudah kami kaji menyebutkan bahwa rumah Soekarno di Surabaya terletak sekitar kawasan Pandean. Saat beranjak remaja, beliau juga masih menetap di kawasan Pandean dan Peneleh. Kami pun segera mencari informasi dari warga di sekitar daerah itu untuk mengetahui kebenarannya,” ungkap Peter.

Dari keterangan yang dihimpun dari warga setempat, akhirnya diketahui lokasi rumah Soekarno dilahirkan. Pemkot Surabaya juga turut mengkaji hasil riset Institut Soekarno dan membandingkan catatan dokumen sejarah.

Hingga pada akhirnya Pemkot menemukan rumah Soekarno di Surabaya dan menjadikannya sebagai bangunan cagar budaya pada tahun 2013 silam. Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah menjadikan rumah ini sebagai cagar budaya yang dapat dikunjungi oleh wisatawan.