A collection of Lonely Planet travel guides

Teknoflas.com – Tony Wheeler terkenal lewat buku seri Lonely Planet yang merupakan sebuah panduan perjalanan pada tahun 1973, di mana Wheeler memulai perjalanan dari London. Dengan mobil minivan-nya, Wheeler melewati jalur backpacker kaum hippie menuju Asia, dan akhirnya sampai di Sydney, di mana dia dan istrinya, Maureen, hanya berbekal uang 27 sen.
Setelah menjual perusahaannya,
Wheleer (66) tidak agi melakukan perjalanan dengan uang terbatas. Awal tahun ini, setidaknya Wheeler telah melakukan 22 kali penerbangan dengan maskapai bujet yang berbeda-beda. Dari London ke Australia, Wheler melakukan perjalanan selama satu bulan penuh.

Itu tidak romantis, pesawat dengan kursi sempit, kemanan bandara yang membosankan, dan penundaan penerbangan, tapi saya menikmatinya,” ujar Wheeler dalam sebuah wawancara di sela-sela acara Ubud Writers and Readers Festival di Bali, pada akhir pekan kemarin, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Tony dan Maureen memulai buku panduan Lonely Planet dari buku harian perjalanan asli mereka. Buku-buku awal kami tulis untuk diri sendiri. Dan kemudian, kami menjadi lebih tua, lebih kaya, dan memiliki anak-anak, buku-buku itu berubah bersama kami. Itu bukan kebijakan yang disengaja. Kami berubah dan buku tersebut juga berubah.” tambahnya.

Wheeler juga mengatakan kekecewannaya dengan cara perusahaan penyiaran Inggris tersebut menangani Lonely Planet, menjual waralaba tersebut ke pengusaha tembakau Brad Kelley pada 2013.

Yang kemudian dilanjutkan oleh Wheeler adalah, melakukan perjalanan dan menulis.

Ketika pertama kali Wheeler mendengar ‘poros kejahatan’ dari presiden Amerika, G. W. Bush, yang pertama terlintas di pikirannya adalah ‘saya harus pergi ke sana’.

Hasilnya adalah, sebuah buku yang berjudul Bad Lands pada 2010. Buku tersebut membawa para pembacanya ke negara-negara Iran, Irak, dan Korea Utara, serta negara lainnya yang mempunyai reputasi buruk.

Bad Lands dilanjutkan dengan buku berjudul Dark Lands. Dalam Dark Lands, Wheeler, mengunjungi negara-negara disfungsional. Kriterianya, tempat ini harus diliputi ketengangan, ada tantangan dan risiko untuk memasuki wilayah tersebut.