Teknoflas.com – Ukuran busi memang kecil tetapi memegang peranan penting dalam proses pembakaran mesin sepeda motor. Tanpa adanya busi, mesin motor bakal sulit dinyalakan kembali. Mengingat peran yang begitu penting, sebaiknya jangan pernah salah pilih dan pasang busi. Mengapa demikian?

Hati-hati pilih dan pasang busi di sepeda motor
Hati-hati pilih dan pasang busi di sepeda motor

Salah pemasangan busi, seperti diungkap perwakilan PT NGK Busi Indonesia, bakal merusak mesin karena menghasilkan pengapian yang tidak sempurna. Intinya, proses pemasangan busi pada sepeda motor perlu mendapat perhatian khusus dan tak boleh asal-asalan, apalagi dilakukan oleh orang yang belum pengalaman.

Menurut Heri Margiraharjo, Sales Technical Engineer PT NGK Busi Indonesia, sejumlah bengkel terkadang tak menyediakan stok busi memadai. Tak hanya itu saja, banyak sekali terjadi kasus salah pemasangan dimana sejumlah bengkel tak memakai busi derat panjang melainkan derat pendek ke mesin.

Salah pemasangan busi mengakibatkan ujung pengapian tak mampu mencapai ruang pembakaran, itulah yang dinamakan pengapian tidak sempurna. Busi bakal lebih cepat mati karena tumpukan kotoran karbon di sisa ulir mesin. Proses pembersihan kotoran arang di ulir mesin bukan pekerjaan mudah.

Pemasangan busi harus sesuai dengan kondisi mesin. Apabila mesin harus memakai busi derat pendek, maka jangan pernah nekat memasang busi derat panjang yang justru bakal masuk lebih ke dalam ruang pembakaran lalu terjadi benturan dengan piston hingga timbul kerusakan mekanik. Selain itu, ujung derat busi terlalu masuk ke dalam bakal menjadi sumber pembakaran dini yang sangat panas sehingga berdampak pada kerusakan piston.

“Makanya hati-hati pilih busi. Cari yang pas, jangan asal nunjuk dan pasang” ungkap Heri seperti dilansir teknoflas.com dari laman Otosia.

Heri menambahkan, busi harus dipastikan terpasang kencang. Seperti diketahui, torsi adalah aspek penting pada saat mengencangkan busi. Oleh sebab itu pengencangan busi kurang torsi justru berdampak buruk pada kurang efektifnya penghantaran panas. Hal sepele ini harus diperhatikan dengan seksama.

Penyaluran panas dari ruang pembakaran bakal terhambat apabila housing busi tidak rapat dengan kepala silinder. Lebih buruk lagi jika terjadinya bocor gas pembakaran lewat ulir, sehingga busi jadi cepat rusak akibat panas berlebih.

Pelekat atau seal dalam konstruksi busi bakal cepat rusak apabila pengencangan busi kelebihan torsi. Daya tahan isolasi bakal menurun dan penyaluran panas terhambat jika ada keretakan kecil seperti sehelai rambut di porcelain. Pada akhirnya suhu ruang pembakaran meningkat drastis dan mesin sepeda motor pun rusak.

Heri menyarankan agar mengecek perbedaan torsi untuk busi berbeda diameter. Disarankan pula jangan pernah mengencangkan busi apabila mesin sepeda motor masih dalam keadaan panas. Sebaiknya diamkan selama beberapa menit hingga benar-benar dingin.