Beberapa hari belakangan, media sosial dan situs berita online diramaikan dengan perdebatan tempat lahir Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Hal ini bermula saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap salah menyebutkan kota kelahiran ayah dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Dalam pidatonya tanggal 1 Juni 2015, Presiden Jokowi menyebut Blitar sebagai kota kelahiran Soekarno, namun Nurinwa Hendrowinoto – pakar sejarah dan antropolog UGM Yogyakarta – justru menyebut Surabaya sebagai kota kelahiran Soekarno. Pernyataan itu diungkapnya pada Agustus 2010 dalam sebuah acara seminar.

tempat lahir soekarno
Tempat Lahir Soekarno, Surabaya atau Blitar?

Demi mengetahui tempat lahir Soekarno yang sebenarnya, Nurinwa melakukan kajian ke sejumlah daerah, mulai dari makam buyut Bung Karno (Grobogan), tempat mengajar ayah Bung Karno (Tulungagung) hingga menyentuh daerah Kraksaan dan Buleleng. Ini daerah terakhir inilah, dia mengetahui bahwa ayah Bung Karno dipindahkan ke Surabaya pada tahun 1901.

“Bung Karno memang lahir tahun 1902, tetapi tahun kelahirannya ‘mungkin’ sengaja diubah agar lebih cepat masuk sekolah,” ungkap Nurinwa.

Lalu, bisakah Surabaya dikatakan sebagai tempat lahir Soekarno? Tidak juga! Sebelum menginjakkan kakinya di Ibukota Provinsi Jawa Timur itu, ayah Bung Karno diketahui singgah di sejumlah daerah seperti Ploso, Sidoarjo dan Mojokerto. Pada 2010 silam, Sukmawati Soekarnoputri sempat mengatakan bahwa sang ayah lahir di Surabaya, bukan di Blitar yang selama ini dikenal oleh sebagian besar masyarakat.

Sukmawati mengaku tidak begitu ingat lokasi tempat ayahnya lahir. Dia hanya menduga Bung Karno lahir di Gang Peneleh, dekat rumah milik HOS Tjokroaminoto. “Dulu ayah saya juga pernah mondok di sana,” ucapnya.

Menyebut Soekarno lahir di Blitar juga tak sepenuhnya salah, apalagi jaman dahulu belum ada akta kelahiran. Beberapa buku pelajaran juga menyebut tokoh besar Indonesia itu kelahiran Blitar. Dalam sejumlah catatan sejarah Belanda seperti laman situs web Tropenmuseum, menuliskan Soekarno lahir di Blitar, 6 Juni 1901 dengan nama asli Kusno Sosrodihardjo.

Surat kabar De Tijd juga menuliskan bahwa tempat lahir Soekarno adalah Blitar, tempat dimana beliau dimakamkan pada 21 Juni 1970. Ketidakpastian lokasi kelahiran ‘Bapak Pemersatu Bangsa’ ini menghadirkan sejumlah kontroversi, apalagi didukung dengan catatan sejarah masa lalu yang tidak terekam jelas.