Teknoflas.com – Keputusan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr Djaali, memecat alias Drop Out Ketua BEM, Ronny Setiawan, kini berbuntut panjang. Situasi kampus semakin memanas dan menimbulkan gejolak kuat di lingkungan dalam atau luar mahasiswa. Bahkan muncul gerakan petisi di dunia maya yang menuntut pecabutan surat DO terhadap Ronny.

image
3 Alasan Pemecatan Ketua BEM

Lalu seperti apa sih isi dari surat keputusan Rektor UNJ? Dalam surat pemberhentian status sebagai mahasiswa dengan nomor 01/SP/2016, ada tiga alasan utama mengapa Ronny harus angkat kaki dari lingkungan kampus Universitas Negeri Jakarta.

1. Ronny Setiawan dianggap telah melakukan penghasutan berbasis teknologi yang merusak pelaksanaan program dan ketentraman di lingkungan kampus sehingga pantas menerima sanksi kode etik selaku mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

2. Ronny Setiawan selaku mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA dituding melakukan perbuatan kejahatan berbasis teknologi untuk menghasut serta mencemar nama baik yang bisa mengganggu jalannya pelaksanaan program dan ketentraman di sekitar lingkungan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

3. Ronny Setiawan memanfaatkan posisinya sebagai Ketua BEM untuk mengirim surat bernada ancaman kepada Rektor UNJ, Prof Dr Djaali.

Itulah tiga alasan utama mengapa Ketua BEM UNJ Ronny Setiawan harus melepas statusnya sebagai mahasiswa sejak 4 Januari 2016. Atas tindakan Rektor UNJ Prof Djaali, dunia maya banjir dukungan kepada Ronny terutama via media sosial Twitter.